My Poem " Sekalimat-Nafasku " part two))
Megawatiku DAN abdi sang pertiwiku
Dikau
bagaikan rembulan yang menyinari dunia kegelapan
Bagaikan
Ibuku yang selalu menyapih sang putra putri Indonesia
Disiapkannya
baju keberanian
Disiapkannya
makanan makna sebuah tutur lembut
Disuapinya
dengan cinta keyakinan suci
Bahwa
adanya suatu perubahan asa
Dan
kemudian
Bahwa
ada perubahan cuaca hati kegelapan jiwa
Bahwasannya
pemuda pemudi Indonesia adalah cahaya matahari
Berikanlah
pemuda harapan bangsa akan kususupi
dengan kemandirian
Berikanlah
kemudi khayalan mimpi kucitakan sebuah
kenyataan indah
Bahwasanya
Soekarno adalah ada dengan ketiadaanya
Bahwa
kata-katanya penuh kebijakan dalam kebajikan sebuah tugas
Tugas
dari sebuah keyakinan dalam tujuan mengkokohkan tunas bangsa
Maka
biarlah biarlah biarkan
Dan biarkan mereka seakan kehausan
minuman asi air untuk
kehidupan jiwa yang kering
Aku
akan berdiri
Aku
akan berjuang
Aku
akan memimpin
Dan saya hanya haus akan bertutur sapa
Bertutur
kata lebih banyak
Bertutur
kasih mesranya seolah Engkau adalah abdiku
Seolah
dikau adalah Ibuku
Dikau
tetap merah
Saya
merah darahnya sumpah para pemuda
Merah
darahnya jiwa raga semua Indonesiaku
Aku
diam Ibuku Diam
Diam
dalam menghayati menafakuri satu makna “satoe tujuan
hidup ini!”
100
diam 1 kata jadikanlah kenyataanku!
Maka Kun fayakun!*,
Maka
bacalah Al-Hikmah
Biarlah
sang 'nyatawatiku'*
si penghayatannya yang indahnya suaranya
dan
ku pernindahkan agar menjadi merah jasnya
Subhanalloh
aku mencintaiMu
Sudahi
kecapaian dalam berkeluarga dengan air dahaga dengan oase dariMu
Dahaga
sang kepayahan
“Cape dech yuk! Tetap jaga semangat!’
Biarlah
saya do’akan saja
Biarkah
saya berkorban
Dan saya do’akan kalian lagi sekali lagi!
Agar
anda-anda para pejuang rakyat tetap hidup
Titik
.
Bacalah suratNya hati Quran! Surat Yasin
Agar kalian mengerti dan menuruti PerintahNya
Perintah dalam sabdanya beliau!
By Dan009
Cimahi Utara, 19 September 2013
T=detikQu
Presiden
sang pemimpin
Jelajahi
angkara murka dengan sedikit berpeluh kerupawan jiwa
Jembatan
antara kensicayan yang begitu memungkinkan untuk meyakinkan
Jelajahi
sang waktumu dengan gagah dan penuh dengan kemuliaan
Jangan
bersedih karena ada orang yang begitu pedulikan rakyatmu
Jangan
berharap kepada sang keadilan hakim dan jaksa
Jangan
biarkan musuh-musuh diri meragukan keniscayaan diri
Niscaya
pasti engkaulah sang terang benderang
Niscaya
waktu akan berakhir untuk beristirahat
Niscaya
peluh keringat akan menjadi warna dalam kehidupan anda nanti
Kehidupan
terang benderang masa depan akan menyinari keluarga
Semoga
engkau menjadi tauladan akhiri masalah bangsa
Milad
sang presiden, umurmu
tampak dalam kemudaan
Semoga
panjang dalam kemuliaan hidup di hari kemudian
Sisirlah
rambut kehitaman yang tampak dalam muka yang penuh putih noor
Noor
hidayah memenuhi langit dalam keyakinanmu
Semoga
tetap tabah dalam kebahagiaan abadi
Keluargamu
andaikan adalah keluargaku juga
Maka
bahagialah hatiku,
Maka
rupawanlah seluruh bidadari dan bidadara
Terima
kasih untuk tetap memimpin!
Terima
kasih untuk tetap tegak berdiri!
Terima
kasih untuk tetap berharap dan berkeyakinan
Untuk
lebih pasti di hari esok yang lebih terbaharukan.
By Dadan
Mudah-mudahan
akan di bacakan oleh:
Tamara
Bleszynski sang pembaca puisi yang rupawan dalam menghayati*
Puisi
untuk persaudaraan
Brotherhood dan Harley Davidson
Dan atau
Club motor lainnya
Persaudaraan nan abadi,
Berkawan dalam berpenderitaan
Berkawan dalam berprestasi hidup
Berkawan dalam bahagia suka dan sejahtera
Apakah setelah engkau bertanah
Apakah setelah engkau mati
meninggalkan tulang
Apakah setelah engkau menjadi
tanah
Sudikah kita berkumpul?
Sudikah kita bersama dalam
kebersamaan hidup luhur?
Sudikah kalian dikawinkan dengan
100001 bidadari?
Enol adalah angka dalam keluhuran
budinya Tuhan
Alloh
nu dipikaasih jeung nudipikameumeut ku
araranjeun,
Tuhan
teu aya nu disembah iwal Gusti Alloh SWT
Alloh
nu disembah sanes motor hidep
Alloh
jeung Muhammad nukersaning mikaasih
Subhanalloh
bermotorlah dalam niat bersih nawaetu
BismilahimajjrehaawarmursahaainnaYagofururrohieem
Baraya
nujadi musuh dipikaasih tur dipikacinta
Eweuh
nudipikasieun
Mikacinta jeung mikaasih
ka anak pamajikan
Mikacinta ka diri
Mikamulyakeun ka pamarentah
Alloh
nu Euweuh jeung nu Aya
Maha
bathin Maha tersembunyi Maha Aya
Bismillah
hayu urang babarayaan!
Milad
sang legenda hidup
Semerbak dalam hari indah
Tahun berganti dalam kenangan indah
Smoga menjadi tahun yang indah
Indahkan masalalu terkini adalah
yang terbaik
Panjang usia rezeki dan
kebahagiaan termiliki
Amien
Ketika
mata Illahi bicara padaku akan
sebuah hadiah cinta yang terbalas dengan JanjiNya!
Cigadung, di bulan Ramadhan di tahun 2005
Pesantren Bandung
Pesantren Bandung
Suatu ketika waktu itu ...,
Aku
menggerakan derap langkah terlunglai selama hidupku begitu panjang usia dunia
ini
Aku
berfikir
dimanakah lagi mencari cinta sejatiku Cinta
suciku atau cinta termulia dipandanganNya Mencari sesuap
nasi penuh untuk keluarga
Berjalan
dan berjalan dan sekali lagi berjalan bersa’i hingga keringat tak terasa habis
menyusut
Dan
hingga ke suatu pesantren yang penuh dengan bising keramaian antara kekhusuan
Kupikir
sebuah sandiwara aneh!
Wah,
dipinggirku botol Cap Sumbawa untuk mengurut relaksasi dalam
genggaman keahlianku mencari mangsa!
Mangsa?
enggak cuman pasien untuk fulus!
Dan,
Kaki
berpijak pada keangkuhan langit dan bumi itu yang seakan akan
mengguruiku...,
Mereka
bisu !
Mereka
tuli !
Mereka
buta !,
tapi
saya menjadi mengerti karena kerendahanku kepada Sang Illahi...,
Sebuah
hadiah indah dari sang Takdir yang
Arif
dalam kesayang Sang
azzali
Derap
kaki berpacu bersamaan ketika itu
Dalam
pandangan hatiku melihat bersamaan dengan mata ku melihat seorang wanita
berparas indah Menghadiahkan
senyuman yang penuh dengan makna...
Tatapan
sang bidadari seolah-olah
menghujani kalbuku yang luntur dengan keyakinanku pada sebuah perkataan
sabdanya
Sekali
pandang…
Oh,
menjadi bayangan
abadi dihatiku
Dan
Terus
menerus menatap mata batinku hingga
Dan
lupa daratan
Mana
daratan mana sungai mana pantai
Aku
tak pedulikan seolah air yang terus menyirami hati kotor menjadi zam-zamku
Hingga
pada sebuah waktu seketika itu pun
Mudah-mudahan beliau pun
demikian!
Suaranya menjadi pendengar yang
indah
Bagai suara
bidadari yang terus menerus bernyanyi
nyanyian yang indah sekali
Terpanah
hatiku!
Sentuhan
kalbu menjadi tenang penuh ketenangan batin!
Membawa kepada lelamunan yang tak pasti
Atau,
Berjumpa
dengannya
Maaf
dindaku! Engkau bukan
Aisyahku
Ya Khummairo!
Wahai yang kemerah-merahan pipimu!*
Tapi
andaikanlah jika
Ku
memandang lagi hari itu
Sinar parasmu
yang sekali dalam sabdanya
Engkau
bagaikan lukisan pagi
Ku
rela dalam berbagi kasih dalam sanubari
Dari
tatapan yang berkelambu
Tuk
melupakan hari-hari esok
Tuk
melupakan hari-hari kemarin
Yang
kelabu
Menjadilah
hari ini dan seterusnya
Menjadi
hari-hari harapan gemilang
Menjadi
hari-hari cahaya mengganti bayangan ilusi
Sedetik
Sehari
Setahap
Setetes
Sekemilau
cahaya
Yang
akan melukiskan hari-hari_ku
Yang
akan melukiskan hari-hari_mu
Dalam
menjalani kehudupan berjalan
Dengan
Sang Waktu!
Sekarang!
(Sang cahayaku sang detikku sayangku Sang harapan hatiku
yang sedang galau
Memikirkanmu)
Hijauku
Dia teduh
Kedalam
hatiku
Bak hijau
ditengah gurun teriknya matahari
Begitu teduh
Begitu
hijau
Begitu layaknya dedaunan yang elok rupawan
Begitu
mesra, Masya Alloh!
Mesranya
Andaikan
Engkau
bersanding bersandar
di muka cermin
Yang penuh
dengan bayanganmu,
Putih sinar tiada tampak dalam bayangan masa lalu yang kelam
Tersapu
dengan senyumanMu
Alloh
Azzawajalla!
Engkau pujaanku
Tampak
bersih tulus bagaikan cintaku padamu
Yang
tak terungkap dengan berapa ribuan bait
puisiku!
Berapa dinar
Berapa jauh
jarak
Berapa
rintangan hadangan yang akang harus
hadapi!
Biarlah
angin sepoy memandu
membawakan segarnya nafasku
Untuk
kuberadu dalam aduan pandangan
Lalu
ku sandar dalam bidanyanya kedamaian hati hatimu di dadan"g"..*
Garudaku untukmoe? tau
kan maksudnyah........
Enggak!
bukan itoeh...
Didadaku ada lima S
Sayang
Syukur
Sipu
Sapa
Syayaaaaang
bangeut
(Ironi dalamku memandang
perempuan-perempuan yang mungkin bukan yang menjadi milikku)
Angel like a his heart
The angel is beauty and will go down to the small earth
the small planet
Uh
She had fearlessness ..
I'm so sorry if,
I lie to feeling
your magnificent on your smile
I lie to see trough to your bright on your eyes
I lie because my
feeling so right so truth
I can't imagine that!
If the world without you
I can't fly to the sky
Because i don't have a plane
And no plan? No way!
But i knew your heart is full of moon
But i known because i don't have a feeling about
you*
“Please don’t tell brad in pitt” *
Like ice in the everest,
Or
Like ice in my heart?
But
Your lips
Uh i'm fire!
Please don't angry
If i care to your children!
Your child
Your Childhood
“Cineuten blos ka kolong bapa satar buleneng”*
Proof it? Damn it!
And i will prove! Proven
No gun no breaktrough!
Please and please be patient
And
Be your self!*
“No shake on to my hand with the lubrication.or something
else., you know i mind.. like Shakesphare
and i think he do that the same like me too or maybe Salvador Dali “The Great
Mastubrator””
Don’t be redecoulous mam!
Dont be cruel!
I’m promosed never ever and ever do that again*
Hmm
Meanwhile,
Meanwhile,
The wings has fallen
The truth must be there
The heart must talking
Heart and truth can’t lieying
The sea
The mountain
The place some out there and whatever!
I see and
I pretty sure we can talk much about your body!*
“Sorry obout this! I wanna..think what your thinking
Because my eyes is very dangerous!I but it’s Ok and The
God must be trust *
Time is God
And God knowing
Not just pretty mom
Time will talk.
Dismiss
Once more time babe*
AND
I just want to say
"hai and peace"
I'm from the earth "nano
nano!"
Hmm, so sweetness
Like a sweet of candy or
Kind of the Robbin William's Tv movies
That's the life..*
Simple life like she sad*
Maybe Mrs Hilton in Paris just vocation just another “blow job” because she
need the new job.Yeah I know Paris Hilton is cute but you cutiest! she must
went to Jakarta not going to Paris because Paris also like Paris Van Java” But
Jakarta not Bandung”
................................................................................----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The_fortune123 – “don’t crack my heart” -
Once more time ..
I want to eat “baso” meat ball with you sometime that i
never known. Please don’t touch my ball
up there!
And very dismiss!
Ok!
Please!
The end
Sayangku..
Tell
me how beautiful yours eyes
Matamu
tak terpecayakan
Akan
keniscayaan cintaku
Kesepian
dalam ingatanku
Kesepian
dalam bayangan kelabu
Saya
akan mewarnai hidupmu dalam bait nada-nada rindu kalimat cinta
Akan
kurangkai dengan siraman rohaniku siraman kehangatan cinta
Alloh
Maha Merajai Alloh Maha Mencintai
Alloh
Maha Penyabar
Sekalimat
itu cukup kututupi dengan
Maha
benar Alloh dengan segala yang di firmankanNya
Puisi dengan peringatan!
Puisiku yang dapat memabukan
lak candu
Disaat kesenangan yang memabukan puisi yang
penuh kata-kata bijak
Disaat itulah saya mengatakan puisi mengandung candu! mengandung racun!
Barangkali disini ada yang tersadar dan berinisiatif
Kalian adalah pilihanNya berdasarkan kebijaksanaanNya dalam relung do’aku
Kalian terpilih atas kemauanku tapi adalah pilihanNya dalam hakku dalam memilih kalian
Tapi...,
Mengapa hanya satu mengapa?
Tidak terkirim surat!
Tapi...,
Mengapa tidak ada singgah satu kesenangan
Kesenanganku adalah “satu surat yang terbalaskan”
Hanya antara Ya atau Tidak!
Disaat itulah saya mengatakan puisi mengandung candu! mengandung racun!
Barangkali disini ada yang tersadar dan berinisiatif
Kalian adalah pilihanNya berdasarkan kebijaksanaanNya dalam relung do’aku
Kalian terpilih atas kemauanku tapi adalah pilihanNya dalam hakku dalam memilih kalian
Tapi...,
Mengapa hanya satu mengapa?
Tidak terkirim surat!
Tapi...,
Mengapa tidak ada singgah satu kesenangan
Kesenanganku adalah “satu surat yang terbalaskan”
Hanya antara Ya atau Tidak!
Atau adalah sejuta racun yang menyakitiku dikala anda tidur terlelap atau tidak?
Atau adalah pedang yang pedih menancap dalam kepedihan hati cambuk bagi hatiku!
Atau kalian akan bangun dikala gelap gulita menatap gelap hati
Tapi…,
Mengapa dan mengapa adalah pertanyaannya yang mencobak cabik harapan indah
Dia adalah "pakaianku" sendiri!
Karena "wanita itu" sudah banyak menyakitiku dengan pertanyaan dan larangan seperti iblis
Wanita itu sudah pergi dalam idzinku idzinNya tapi mengapa ada keraguan 1000 tajamnya lidahnya akan menghampiriku
Ya! itu adalah realita realita yang amat sangat menyedihkanku mengapa? karena besok dia akan kembali
Padahal sudah pernah kesenangan mereguknya dalam kewajibanku dan kebolehanku serta idzinku
Tapi mengapa anda semua mengikuti "PakaianNya"
dalam senda gurau ada nasehat pahit
Dalam canda tawa ada laranganNya
Setetes
air hikmah!
“Pancasila ! bukalah thogutmu ada 10001 pasukan syetan!”
Biarlah yang mpunya bertanggungjawab dalam dialog mufakat musyawarah atau apalah berbicara tanpa diriku!
Biarlah saya akan menjelaskan dalam duduk dalam kursi mpuknya pemerintahan atau dalam bagusnya dialog lewat kata-kata
Empat mata atau 100 mata tapi jangan hanya dua mata yaitu sendiriku berbicara dalam kegalauan!
Just one question?
Surat balasan agar saya tau anda semua mencintaiku!
Hadiah juga tak mengapa..*
Hanya satu pertanyaan terakhir agar anda tetap menjadi pilihanku dalam kenyataan,
Kapan saya bertanya anda menjawab dalam satu surat saja
Kapan ego saya diprioritaskan padahal sudah meminta*
Mungkin saya terlau egois atau mungkin ngantri seperti ngantrinya seorang artis-artis TV?
Tak mungkin! sudah cukup kapan saya Dan kita semua bertemu?
Terakhir saya meminta untuk “sujud”* kepada manusia?
Atau,
Akan saya ganti pilihanku berdasarkan KebijakanNya
Dengan manusia mulia* berdasarkan kebijakan dan
kebijaksanaan Alloh Yang Mengasihaniku* (Ya Rohieem)
Mudah sekali bagi Alloh SWT mengganti anda-anda semua dengan mahluk Tuhan pilihanNya
Dan atau mungkinitulah yang terbaikan daripada saya trus diabaikan oleh wanita
Pilihan terakhir malam ini*
Waktu berbicara dan Tuhan adalah waktu*
Mulai saat ini waktu sudah berjalan.................
Mudah sekali bagi Alloh SWT mengganti anda-anda semua dengan mahluk Tuhan pilihanNya
Dan atau mungkinitulah yang terbaikan daripada saya trus diabaikan oleh wanita
Pilihan terakhir malam ini*
Waktu berbicara dan Tuhan adalah waktu*
Mulai saat ini waktu sudah berjalan.................
Takdir dan Qodar
“Wahai Alloh yang Maha Membolak-balikan hati akan”* berbicara pada anda!
Bersiaplah! Sekarat adalah hal yang membuatku takut!
Dan cukup sudah! “Saya mempunyai Hak untuk dikabulkan khusus untuk saya saja..”
Tinggalkan kalian dalam istana kedigdayan!*
Waktu sudah berjalan................................,*.
“Audzubillaahiminasyaithoonierrojieem
Bismillahierrohmanierrohieem
Bissmillahiallohuakbar!” 3x
Tangisan nan indah
Tangisan
adalah sebuah wadah untuk air yang basah,
Seperti kolam yang membuat hati menjadi tenangSeperti ikan yang membuat hati takjub dengan keindahan
Jika tidak ada yang pernah kau tangisi maka apalah arti hati yang ajaib
Jika menangis haru maka kau akan takjub akan keindahannya Tuhan
Menangis karena sakit hati karena pria ..
Adalah obat untuk tetap tegar
Adalah pengalah dalam egonya lelaki
Adalah pemenang wanita yang tetap mencari lelaki yang lebih baik
Adalah sebuah kisah yang penuh dengan romantisme kehidupan
Jika tangisan adalah sebuah musabab
Mengapa engkau salahkan lelaki
Salahkan Tuhan
Maka engkau akan menagis
Betapa Tuhan mencintaimu.
By Dan
10 Desember 2013, Cimahi Utara Cihanjuang
Seperti kolam yang membuat hati menjadi tenangSeperti ikan yang membuat hati takjub dengan keindahan
Jika tidak ada yang pernah kau tangisi maka apalah arti hati yang ajaib
Jika menangis haru maka kau akan takjub akan keindahannya Tuhan
Menangis karena sakit hati karena pria ..
Adalah obat untuk tetap tegar
Adalah pengalah dalam egonya lelaki
Adalah pemenang wanita yang tetap mencari lelaki yang lebih baik
Adalah sebuah kisah yang penuh dengan romantisme kehidupan
Jika tangisan adalah sebuah musabab
Mengapa engkau salahkan lelaki
Salahkan Tuhan
Maka engkau akan menagis
Betapa Tuhan mencintaimu.
By Dan
10 Desember 2013, Cimahi Utara Cihanjuang
Sang Purnama Raya
Oleh Dadan
achdian
Simpang Dago
12/14/13 10:25
“Wajah yang penuh
dengan sinar rembulan
dikala menatap sang
guru kita”*
Arahkan
kepada suatu keyakinan iman dan imam yang
hakiki
Ke medan juang* kita
bersama dalam arena pertarungan
Indah
begitu indah dalam berjuang bersama dalam satu ketauladanan yang satu yakni beliau
Rasululloh saw
Lemah
lembut dalam bertutur kata, keras dalam melawan kesewenangan, kedzaliman di
muka bumi ini!
Rasakanlah
kedamaian dalam melihat sang wajah rembulan bagai memandang Muhammad sang Nabi akhir zaman
Ayo,
Mari
kita bersuritauladankan
kepada sang pemilik wajah yang bersinar bagaikan purnama raya indahnya
Karena
pada akhirnya semua keinginan agar kita berkumpul dalam syurga kedamaian
bersamanya
“Yang Maha Gagah nan Perkasa akan terbahak-bahak”*
Ambisi
kita gantikan dengan nawaetu Bismillahi Allohuakbar!* Kobarkanlah
perang melawan hawa nafsu!
Kemudian
kita akan berjuang bersama mujahid dakwah mujahid musik mujahid pena* Dan mujahid lainnya!
Telah
menunggu bidadari syurga yang senyumannya melambai-lambai mengajak kepada
syurganya Alloh!
----------------------
Insya Alloh --------------------------
Kekayaan layaknya perhiasan
Kekayaan layaknya
kesenangan menipu
Suami yang lemah
dalam pandangan Agama
Adalah aku (puisi
oleh Dadan)
Sebuah cobaan yang
amat menimpaku
Dikala,
Ekonomi sekarang
"membunuhku" seakan tiada harapan
Sedangkan banyak
kebutuhanku dan keinginan dalam impian nyata bukan impian ilusi semata
Kini kemiskinan membelit
leherku sehingga tak berdaya karenanya
Dan akan aku bunuh
si satu masa nanti!
Smoga paham wahai
engkau pemilik surat terbanyak
dimana hakku!
Dimana engkau
berada? ku tak paham!
Demikian adanya
Aku ingin! bertemu
hanya bersua agar khayalanku punah sudah
Kenyataanku dan
kenyatanmu
Inginku adalah
waktu
Kapan dan dimanakah
itu
Jamnya kuserahkan
apa adanya waktumu!
Fitnah menimpaku seakan menjeratku
Tegakah bila
leherku sedang terbelit
Tapi diciptakanNya
untuk hambamu yaitu wanita atau perempuan berdasarkan kemauanku yang munkin
adalah kehendakNya yang Maha Pencipta
Ketika suatu ketika
dalamnya air yang meragukanku
Buihnya begitu banyak tapi,
Tepian pantai yang
banyak mengandung buih
Sia-sia dalam
lamunanyang menerawangi fikiran yang berserakan
Berserakan
dimana-mana tapi,
Kemanakah engkau
pergi tak pedulikan arahanku
Arahkan dalam
bejana yang kosong
Pengembaraanku sudah
sampai disini saja
Tinggalkan egoku
Kesombongananku
Karena akan membenamkan
aku
Ke dalam
kemarahanNya
_________________________________________________________________________________________________________________________________-----------------------------------------------à
Untuk Sby tercinta
Kebenaran
memerlukan suatu perjalanan yang amat berliku berjalan panjang yang memilukan
hati dan terkadang pengorbanan nan berat
Perjalanan
hayati perjalanan ruhani selayaknya demikian adanya
Cahaya
di atas cahaya adalah sinar bathin yaitu noor hidayah dari langit
Menengadah
ke arah jauhnya langit yang terbias ke dalam angkasa keyakinan disanalah ada
sang Pencipta yang berhak memberikan hidayah kepada siapa yang di kehendakiNya
saja
Manusia
tidak punya hak untuk menghendaki yang sesuiadengan kehendakNya
Hidayah
seseorang bahkan Nabi pun demikian, do'anya tidak selalu dijawabNya
Cahaya
di atas cahaya adalah sinar terang yang tercelup menyelusup ke dalam bathin
hambaNya* karena memang Dialah sang pemilik Hidayah DZAT yang berkuasa atas
hati hamba-hambanNya
Kesabaran
tiada ada batasnya semoga khusnul khotimah dalam keadaan yang paling baik
menurut pandanganNya
Diakhir
dan di sepanjang sisa hidupmu walau kepahitan adalah laksana obat penggugah
penggapai rindu penyala semangat dalam melaksanakan amanatNya
Demikianlah
KisahNya yang dilaksanakan oleh hamba yang terpercaya karena demikianlah Dia
selalu Maha Waspada dan Maha Lemah Lembut kepada pemimpin yang berpegang teguh
pada keyakinan sebagaimana cahaya terang dalam kegelapan malam yang pekat
selalu ada pelita ada percikan mutiara kalbun saliim
Dihati
manusia adalah adanya tempat paling tersembunyi yaitu Qalbu yang selalu
berbolak dan berbalik sesuai dengan kehendakNya
Akhir
adalah segalanya walau pada awalnya buruk tapi ikhtiar dengan kokoh dan
besemangat dalam mengalahkan diri sampai pada putus nyawa seumpamanya adalah
merupakan patriot sejati selayaknya komando dalam menyiasati diri mengalahkan
keegoan bawahannya
Hati
adalah sang raja tempatnya mahkota selayaknya pada tempatnya sedangkan raja
durjana yang mempunyai mahkota pada kepalanya akan dibenamkan karena kerajaanya
bukan pada tempatnya.
Alhamdulillah
Bandung 23 Feb 2014
19:43
Cinta aku dan kamu
wahai An-nisaa
Sebuah harapan
Cinta
Kekayaan layaknya perhiasan
Kekayaan layaknya kesenangan menipu
Sebuah cobaan yang amat menimpaku
Demikian adanya
Aku ingin! bertemu hanya bersua agar
khayalanku punah sudah
Kenyataanku dan kenyatanmu
Inginku adalah waktuku dan waktumu
bersamaan dalam persamaan yang terindah dalam pandanganNya
Dan
pandangan kita berdua
Aku berkata dalam keluhanku padamu
Yaitu dalam kebenaran dan kejujuranku
dan kamu
yang selalu apa adanya selalu mengalah
Tapi ada satu kesempatan kita tidak
boleh mengalah
Yaitu ketika..
Fitnah
menimpaku seakan menjeratku
Tegakah bila leherku sedang terbelit?
Tapi diciptakanNya untuk hambamu yaitu
kamu
Ketika suatu ketika dalamnya air yang
meragukanku
Buihnya keraguanku begitu banyak tapi,
Tepian pantai yang banyak mengandung
buih
Engkau seperti buih yang tak
berkesudahan
Sia-sia dalam lamunan yang menerawangi
fikiran berserakan
Berserakan dimana-mana
tapi,
Kemanakah engkau pergi tak pedulikan
arahanku
Arahkan dalam bejana yang kosong
Pengembaraanku cukup sudah sampai
disini saja
Tinggalkan egositas
Kesombongan nafsu dan janji palsu
Syetan durjana
Ini adalah sebuah nasehat sebuah
takdir
bahwasannya aku selalu ada dalam
waktumu
sampai hari ini
Dan sekarang
menurut kehendakNya juga
Bahwasannya waktu yang akan berbicara
Bahwa cinta itu adalah sebuah takdir
dari yang
Maha Mencintai dan yang Maha Kuasa
Bahwa cinta itu buta atau tidak?
Cinta itu adalah kamu yang tidak buta
akan perhiasan dunia dan aku meyakininya sayang
Tidak berkesudahan
Dan
yang paling indah adalah
Cinta kita adalah akan abadi dunia dalam
kenangan dan akhirat adalah wallohua’lam
Amin.
03 Maret 2014 11:11
“Alhamdulillah hasbunalloh
wanikmalwakil nikmal maulana wanikmal nasyieer..”
Suatu hari ” in the future..”
Waktu sekarang atau nanti
Di rumahku
berhalaman anggrek tebu dan bunga-bunga lainya di cimahi utara Jawa Barat
adalah tempat indah dalam berbagi kasih
menumpahkan rasa rinduku kepadaNya kepada(nyah) kepada keluargaku.
Dan tiada kusadari detik-detik itu ketika..,
Sakitku tiada tertahan tertelan dalam lamunan
atau pemikiran semu atau bahkan perihku bagai sesuatu yang termulaikan dalam
terbahagiakan atau kehendakku atau mmmh entahlah
-----------------------------------------------------------
“Alhamdulillah
ketemu juga akhirnya..sama artis euy, kok kamu berubah yah sekarang semakin
cantik sekali..,bahagia sekali rasanya ada yang bantu aku! ” lamunanku menerawang again tanpa kuszadari..
“Train
your mind to see the good in everything...!” Kata Tamara dalam fikirannya yang
tertulis Aku tersentak kaget kok dia begitu biasa-biasa (bersahaja) saja gumam
hatiku.
-----------------------------------------------------------
“Assalamu’alakuum….met
sore!”
“Ooh..siapa
ituh..?” kataku sambil menahan rasa sakit pedih hatiku. Dan kubuka pintunya
sambil santaiku karena memikirkan tamu yang tak terduga atau tamu siapa yang
termuliaNya yang memilihNya dalam keinginanku.
“Maaf
yah aku begitu sibuk memikirkan pekerjaan dan kasus yang begitu mudah sih…”.
I said “ Ya..ga apa-apa kok yang penting saya suka kamu apa adanya kok dan yang sangat lebih penting lagi kamu begitu sudi berkunjung ke rumah aku ini yang sederhana sih..” Aku berkata sambil mataku tiada meninggalkan pancaran sorot mata Tamara yang sedih dan sesuatu sekali dan senyumannya itu tersimpan masa depan yang cerah sekali.
I said “ Ya..ga apa-apa kok yang penting saya suka kamu apa adanya kok dan yang sangat lebih penting lagi kamu begitu sudi berkunjung ke rumah aku ini yang sederhana sih..” Aku berkata sambil mataku tiada meninggalkan pancaran sorot mata Tamara yang sedih dan sesuatu sekali dan senyumannya itu tersimpan masa depan yang cerah sekali.
“He..he..”
aku tak sengaja tersenyum dikulum
“Kok
tersenyum sih ada pa nih..achdian? kok memandang mata saya yang..eh kok kamu
tidak memelukku..!”
“Oh..iya sapa nih kok?” dan tanpa
basa basi dan bias aku langsung memeluk nyah sambil cipiku cipika dan sekalian
cipibir.
“ Mmh…rezeki nih aku tidak boleh
menyia-nyiakan kesempatan emas berlian nih” kata hatiku dan rumahku adalah rumahmu
juga kata bibirku yang ambohai memikat bagai magnetudo dan magnet kata(Nya).
Sekian terima kasih atas waktunya
membaca
BNI Cabang Bandung Dago
a.n Dadan Achdian 0023780302
.Tamma

Komentar
Posting Komentar